Sejarah Gampong
Dayah Sinthop berakar dari wilayah Kemukiman Andeue Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie. Nama gampong ini mengandung kata \"Dayah\" (pondok pesantren), mencerminkan akar historisnya sebagai pusat syiar agama Islam. Perkembangan wilayah ini juga terkait erat dengan sejarah pemukiman Kerajaan Pidie.
Untuk melengkapi sejarah desa, biasanya terdapat riwayat pembukaan lahan (lasi) dan tokoh pendiri awal yang diwariskan secara lisan oleh tetua adat setempat. Saat ini, Dayah Sinthop tercatat dengan kode wilayah 11.07.11.2013 dan berdampingan langsung dengan Gampong Dayah Andeue.
Karakteristik Demografi & Wilayah
- Penduduk Terbanyak: Berdasarkan data historis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Kecamatan Mila Dalam Angka, Dayah Sinthop tercatat sebagai desa dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Mila, mengungguli gampong-gampong lain seperti Gampong Kulu.
- Letak Geografis: Gampong ini berada di dalam wilayah Kemukiman Andeue Lala, sebuah kawasan komunal adat yang kental dengan nilai-nilai keislaman dan persawahan subur khas Kabupaten Pidie.
Akar Sejarah dan Penamaan
Secara historis, penamaan gampong di Aceh yang menyematkan kata \"Dayah\" di depannya selalu berkaitan erat dengan keberadaan pusat lembaga pendidikan Islam (pesantren tradisonal/zawiyah) pada masa lalu.
Kata \"Dayah\": Merujuk pada sejarah masa Kesultanan Aceh, di mana setiap pemukiman yang memiliki pusat studi agama atau tempat berkumpulnya para ulama/santri (rangkang) diidentifikasi sebagai kawasan Dayah.Kata \"Sinthop\": Berdasarkan tradisi lisan (tutures) masyarakat Pidie, kata ini merujuk pada karakteristik wilayah atau peristiwa pembukaan lahan awal (lasi). Namun, catatan dokumen tertulis mengenai tokoh Keuchik (kepala desa) pertama yang mendirikan gampong ini masih sangat terbatas dalam arsip digital publik dan umumnya dijaga melalui ingatan kolektif para orang tua/tokoh adat di meunasah setempat.
?